PT Golden Energy Mines Tbk akan melakukan listing perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (17/11) pagi ini.
Emiten baru berkode bursa GEMS ini siap melepas sebanyak 25-30 persen sekitar 1,25 miliar lembar saham ke publik dengan harga saham perdana yang ditawarkan sebesar Rp2.500 per saham. Perseroan menargetkan dana yang dapat diperoleh dari hasil IPO mencapai Rp4 triliun lebih.
PT Golden Energy Mines merupakan perusahaan pertambang batu bara anak usaha PT Dian Swastatika Tbk (DSSA), dan menjadi bagian dalam grup Sinarmas. Perseroan telah menunjuk PT Sinamas Sekuritas menjadi koordinator penjamin emisi efek (lead-underwriter). Sedangkan underwriter asing yang dijajaki adalah PT CIMB Securities Indonesia dan PT UBS Securities.
Presiden Direktur PT Golden Energy Mines Krisnan Cahya menjelaskan tentang penggunaan dana IPO akan digunakan sekitar 65 persen untuk pengeluaran modal dan biaya pengembangan sarana dan prasarana pertambangan batu bara untuk mendukung rencana ekspansi anak perusahaan.
Sekitar 25 persen akan digunakan perseroan untuk modal kerja perseroan dan anak perusahaan yang antara lain meliputi biaya kontraktor pertambangan, biaya konsumsi bahan bakar minyak, biaya penggantian dan pemeliharaan suku cadang alat alat berat, dan biaya biaya operasi lainnya dan 10 persen digunakan dalam 2011 untuk melunasi sebagian atau seluruh utang perseroan.
Menurut Direktur Pelaksana Sinar Mas Group Gandhi Sulistyanto GMR Infrastructure Investments Pte Ltd sudah berkomitmen masuk ke PT Golden Energy Mines. GMR Infrastructure Investments Pte Ltd yang menjadi pihak pembeli adalah anak usaha GMN Energy Ltd yang tercatat di bursa India. Perusahaan infrastruktur ini bergerak di bidang pembangkit listrik, dengan kapasitas 808 mw serta 8.448 mw sedang dalam proses pembangunan di India. Harga saham pada IPO itu nantinya dikalikan jumlah saham yang dibeli secara Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan hukum negara Singapura sehingga menjadi nilai total transaksi ini.
Sebanyak 12% saham PT Golden Energy Mines Tbk dari 88.235.300.000 lembar saham IPO ini pun akan dibeli GMR Singapura dan sisanya publik. "GMR Infrastructure Investments Singapore Pte Ltd akan masuk melalui penawaran umum saham perdana senilai 12% dan sisanya publik sekitar 3%. Jadi jumlah saham yang ditawarkan melalui penawaran umum saham perdana tetap 15%," ujar Krisnan Cahya.
PT Golden Energy Mines akan memproduksi batu bara sebesar 5-6 juta ton pada 2011. Perseroan menargetkan produksi batu bara mencapai 10 juta ton pada 2012. Dana investasi yang dibutuhkan untuk produksi batu bara sebesar 10 juta ton dari US$150 juta hingga US$200 juta. Krisnan memperkirakan, kontribusi anak usaha PT Golden Mines Energy sebesar 60%-70%.
GMR Singapura Pte Ltd juga akan mendapatkan 18% saham PT Golden Energy Mines melalui private placement. Hal itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilakukan pada Rabu (9/11). RUPSLB telah disetujui pemegang saham dengan jumlah sebesar 94%. "RUPSLB telah menyetujui untuk menjual dan mengalihkan saham milik perseroan dalam PT Golden Energy Mines kepada GMR Singapura, harga penjualan saham Rp2.500 per saham," ujar Krisnan.
Emiten baru berkode bursa GEMS ini siap melepas sebanyak 25-30 persen sekitar 1,25 miliar lembar saham ke publik dengan harga saham perdana yang ditawarkan sebesar Rp2.500 per saham. Perseroan menargetkan dana yang dapat diperoleh dari hasil IPO mencapai Rp4 triliun lebih.
PT Golden Energy Mines merupakan perusahaan pertambang batu bara anak usaha PT Dian Swastatika Tbk (DSSA), dan menjadi bagian dalam grup Sinarmas. Perseroan telah menunjuk PT Sinamas Sekuritas menjadi koordinator penjamin emisi efek (lead-underwriter). Sedangkan underwriter asing yang dijajaki adalah PT CIMB Securities Indonesia dan PT UBS Securities.
Presiden Direktur PT Golden Energy Mines Krisnan Cahya menjelaskan tentang penggunaan dana IPO akan digunakan sekitar 65 persen untuk pengeluaran modal dan biaya pengembangan sarana dan prasarana pertambangan batu bara untuk mendukung rencana ekspansi anak perusahaan.
Sekitar 25 persen akan digunakan perseroan untuk modal kerja perseroan dan anak perusahaan yang antara lain meliputi biaya kontraktor pertambangan, biaya konsumsi bahan bakar minyak, biaya penggantian dan pemeliharaan suku cadang alat alat berat, dan biaya biaya operasi lainnya dan 10 persen digunakan dalam 2011 untuk melunasi sebagian atau seluruh utang perseroan.
Menurut Direktur Pelaksana Sinar Mas Group Gandhi Sulistyanto GMR Infrastructure Investments Pte Ltd sudah berkomitmen masuk ke PT Golden Energy Mines. GMR Infrastructure Investments Pte Ltd yang menjadi pihak pembeli adalah anak usaha GMN Energy Ltd yang tercatat di bursa India. Perusahaan infrastruktur ini bergerak di bidang pembangkit listrik, dengan kapasitas 808 mw serta 8.448 mw sedang dalam proses pembangunan di India. Harga saham pada IPO itu nantinya dikalikan jumlah saham yang dibeli secara Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan hukum negara Singapura sehingga menjadi nilai total transaksi ini.
Sebanyak 12% saham PT Golden Energy Mines Tbk dari 88.235.300.000 lembar saham IPO ini pun akan dibeli GMR Singapura dan sisanya publik. "GMR Infrastructure Investments Singapore Pte Ltd akan masuk melalui penawaran umum saham perdana senilai 12% dan sisanya publik sekitar 3%. Jadi jumlah saham yang ditawarkan melalui penawaran umum saham perdana tetap 15%," ujar Krisnan Cahya.
PT Golden Energy Mines akan memproduksi batu bara sebesar 5-6 juta ton pada 2011. Perseroan menargetkan produksi batu bara mencapai 10 juta ton pada 2012. Dana investasi yang dibutuhkan untuk produksi batu bara sebesar 10 juta ton dari US$150 juta hingga US$200 juta. Krisnan memperkirakan, kontribusi anak usaha PT Golden Mines Energy sebesar 60%-70%.
GMR Singapura Pte Ltd juga akan mendapatkan 18% saham PT Golden Energy Mines melalui private placement. Hal itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilakukan pada Rabu (9/11). RUPSLB telah disetujui pemegang saham dengan jumlah sebesar 94%. "RUPSLB telah menyetujui untuk menjual dan mengalihkan saham milik perseroan dalam PT Golden Energy Mines kepada GMR Singapura, harga penjualan saham Rp2.500 per saham," ujar Krisnan.
No comments:
Post a Comment