Kabar mengenai rencana Indika Energy (INDY) melepas 20% saham Petrosea (PTRO) pada awal bulan depan, membuat para investor melakukan aksi akumulasi beli. Pihak korporasi INDY pada saat ini sedang mempersiapkan merealisasikan rencana tersebut. Sebelumnya INDY memiliki 98% saham PTRO yang seharusnya dijual kembali ke pasar pada akhir Agustus lalu. Namun hasil negosiasi pihak INDY dengan Bapepam berhasil menunda aksi refloating ini. Dengan penjualan kembali sebagian saham PTRO, maka diperkirakan INDY akan mendapat dana segar dengan nilai mencapai lebih dari Rp 200 miliar. Selain itu, perdagangan INDY yang marak juga berdasarkan analisa teknikal dari beberapa broker asing, bahwa INDY berada dalam area support sepenuhnya, dengan titik bottom reversal di angka Rp 2250-2275 per lembar dan telah tersentuh sebelumnya. Sehingga potensi berbalik arah akan semakin terbuka dengan level resistance terdekat di angka Rp 2575, jika angka ini tersentuh maka akan terbuka peluang INDY mencapai target berikutnya di angka Rp 3000 per lembar. Pada perdagangan kemarin INDY ditutup pada harga Rp 2325 atau naik 25 poin (+1.09%). Volume transaksi tercatat sebesar 21.56 juta lembar dengan nilai lebih dari Rp 48.7 miliar.[Ast]
No comments:
Post a Comment